Rabu, 28 Januari 2015




MIRAT MUDA, CHAIRIL MUDA

Oleh Chairil Anwar



Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,

menatap lama ke dalam pandangnya

coba memisah mata yang menantang
yang satu tajam dan jujur yang sebelah.



Ketawa diadukannya giginya pada mulut Chairil; 

dan bertanya: Adakah, adakah

kau selalu mesra dan aku bagimu indah?
Mirat raba urut Chairil, raba dada
Dan tahulah dia kini, bisa katakan 
dan tunjukkan dengan pasti di mana
menghidup jiwa, menghembus nyawa
Liang jiwa-nyawa saling berganti.
Dia rapatkan



Dirinya pada Chairil makin sehati;

hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas

Hiduplah Mirat dan Chairil dengan dera,
menuntut tinggi tidak setapak berjarak 

dengan mati